7 Tips Aman Membeli Lahan Atau Bangunan

Karena tanah dan bangunan yang tidak bergerak (benda tetap), maka proses pembelian jual beli berbeda dari objek bergerak (kendaraan, televisi, furniture, dll). Dalam penjualan benda-benda bergerak, transaksi dilakukan dari tangan ke tangan (Levering), dan uang tunai dan segera selesai ketika pembeli membayar harga dan penjual memberikan barang. Dalam penjualan tanah dan bangunan, transaksi harus dibuat dengan akta otentik.

Akta otentik adalah akta yang dibuat oleh atau sebelum otoritas publik yang kompeten. Dalam jual beli tanah dan bangunan, dibuat oleh PPAT akta (Akta Tanah Official), yang umumnya berfungsi sebagai Notaris (Notaris / PPAT). Memaksa diri untuk melakukan pembelian dan penjualan tanah bersertifikat dengan tangan di bawah perjanjian tersebut tidak sah, dan bertindak yang tidak menyebabkan pergeseran tanah dan bangunan dari penjual kepada pembeli (meskipun pembeli telah membayar harga penuh). Jual beli tanah dan bangunan harus dilakukan dengan penjualan dan Perjanjian Pembelian (AJB), yang merupakan akta otentik yang dibuat oleh PPAT.

Jika selama bertahun-tahun Anda sudah mensintesis uang dan perencanaan untuk melaksanakan impian Anda untuk membeli sebidang tanah, berikut adalah 7 tips keselamatan dari kami M8Win bola yang harus Anda pertimbangkan:
1. Periksa Bangunannya
pemeriksaan fisik tanah dilakukan dengan mengunjungi lokasi tanah. Pemeriksaan fisik tidak wajib, tetapi sebagai pembeli, akan lebih bijaksana jika Anda menguasai semua informasi sebelum mengeluarkan cek dan membayar harga. Tanah di situs, Anda dapat meminta tetangga kanan dan kiri jika tanah itu secara fisik memang menguasai penjual? Sementara ditanya tentang pemilik, Anda juga dapat bertanya apakah tanah tersebut sedang disewakan? Atau telah terlibat dalam sengketa hukum? – Atau lebih buruk: bank dalam penyitaan? Dalam pemeriksaan fisik, Anda juga dapat membandingkannya dengan Surat Ukur untuk memastikan komprehensif dan tanah batas – Anda dapat menemukannya di tanah sertifikat Surat Ukur.

2. Periksa Surat Tanah
data dari surat tanah yang harus anda periksa adalah :
– hak atas lahan tersebut
– nomor dari lokasi tanah dan sertifikat dari lahan tersebut
– ukuran dari lahan tersebut
– nama pemilik serta riwayat dari tanah tersebut

3. Periksa Surat PBB (Pajak, Bumi Dan Bangunan)
Anda harus memeriksa besaran dari pajak bangunan atau lahan tersebut serta apakah penjualnya sudah membayar pajaknya atau belum.

4. Buat Akte Jual Beli Bangunan
Jika berdasarkan pemeriksaan ternyata tanah tidak masalah, kemudian bersama-sama Anda dapat langsung penjual AJB tanda di depan PPAT. Selain membuat AJB, PPAT juga dapat membantu penjual dan pembeli untuk melakukan pemeriksaan sertifikat tanah dan PBB. PPAT dapat memberikan umpan balik kepada Anda tentang legalitas tanah, apakah itu bisa memenuhi syarat untuk transaksi dan ditandatangani AJB atau tidak. AJB merupakan persyaratan wajib dalam transaksi tanah. AJB adalah satu-satunya cara untuk membuang tanah dari penjual kepada pembeli, dan juga merupakan persyaratan wajib dalam proses balik nama sertifikat.

5. Buat Surat Jual Beli Bangunan
Membuat perjanjian untuk menjual beli bangunan tersebut supaya tidak ada masalah di kemudian hari.

6. Bayar Pajak Bangunan
Jika bangunan tersebut belum dibayar pajaknya maka anda bisa segera membayar pajak kepada pemerintah.

7. Membalik Namakan Bangunan Tersebut
Hal terakhir yang harus anda pastikan adalah untuk membalik namakan bangunan atau lahan tersebut kenama anda supaya pembelian jual beli ini sah menjadi milik anda.

Proses jual beli bangunan ini tidak serumit ketika anda harus mendaftar akun di website sabung ayam filipina 2017 seperti website agen taruhan online M8 Indonesia, karena untuk pendaftaran anda hanya harus mencantumkan nama pemilik serta no rekening dengan benar, untuk email juga kalau bisa yang masih aktif supaya ketika ada masalah lupa user atau password bisa diresetkan dan dikirimkan via email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *